Article Detail

EGOISME PRIBADI MENGHAMBAT TERBENTUKNYA TIM KERJA YANG TANGGUH

Dalam berkarya di Yayasan Tarakanita ini , kalau kita dalam berkinerja berprinsip untung rugi seperti kalau berjualan di pasar , maupun seperti buruh tukang batu ataupun kuli di Pasar  maka kemajuan sekolah kita sulit untuk kita wujudkan. Untuk itu sifat Egoisme pribadi harus kita tekan sesedikit mungkin , selaras dengan visi – misi Bunda Elisabeth Gruyters.
Apakah kita sudah berusaha menekan Egosime kita marilah kita lihat satu persatu 4 sifat dasar ini.

A. Apakah kita Egois ?
Egois menurut Les Giblin adalah orang yang mementingkan dirinya sendiri, harga dirinya sendiri.
Bagaimana bila dalam satu lembaga  memiliki sikap egois? Artinya yang lebih ditonjolkan adalah sikap egois.
Tentunya bila memang banyak anggota yang egois dalam sebuah lembaga  maka kerja tim akan berantakan. Tetapi hal yang tidak bisa disangkal adalah kita semua egois, menurut Les Giblin. Bahkan kalau kita mempelajari Psikologi Modern maka ada pembahasan mengenai ego dan super ego yang tentunya menandakan bahwa manusia memang egois.
Tetapi egois manusia hanya sifat dalam permasalahan tertentu. Memang manusia itu egois, tetapi bukan berarti di dalam semua permasalahan hidup.

Bila sifat egois sudah masuk dalam suatu lembaga Tarakanita , alangkah baiknya sikap egois ini dikikis habis tidak masuk dalam kegiatan di lingkungan Tarakanita. Supaya kita dapat mengurangi dan  menghindarkan diri dari rasa egois maka sangatlah  penting dalam  menyatukan satu tujuan. Ini merupakan  langkah awal karena bila dalam satu tim kita tidak memiliki satu tujuan maka jangan berharap lembaga ini akan maju.

Bila Sekolah atau lembaga kita Tarakanita ingin  mendapat pengakuan di hati masyarakat tentang pelayanan kita  dan mendapat keuntungan dari pelayanan kita , maka perlu kita  jaga tujuan itu secara bersama sama. Urusan nanti ada keberhasilan lain selain tujuan yang sudah ditetapkan maka itu keuntungan yang tak terduga.
Menurut Giblin, rasa egois hanya untuk menunjukkan sikap bahwa dirinya sedang mengalami rendah diri. Sehingga ia akan melakukan apapun demi meningkatkan harga dirinya. Ini berarti  bahwa egois yang dimaksud adalah egois yang tidak benar, merugikan orang lain. Sebab ada egois yang perlu dipertahankan misal dalam egois pada keyakinan agama.
Bila ada salah satu dari karyawan di lembaga kita (Tarakanita ) ada yang egois maka itulah  yang akan menghancurkan kerja Tim lembaga kita , alangkah baiknya komunikasikan dengan cara pandang kemanusiaan padanya yang egois.

B. Kita Semua Lebih Tertarik Kepada Kepentingan Kita Sendiri
Ini masih berkaitan pada pembahasan egois pada point pertama.
Anda adalah dengan kepentingan diri anda. Atau bahasa kerennya, "Ini gaya hidup gue. Suka-suka gue. Emang gue pikirin?" Ucapan seperti ini sudah menunjukkan bahwa Anda lebih tertarik pada kepentingan sendiri.
Bila sudah menyatu dalam tim di sebuah lembaga, Anda tidak perlu lagi menunjukkan ketertarikan pada kepentingan diri sendiri. Tetapi kenyataan kita lebih tertarik pada kepentingan diri sendiri.
Memilih tim untuk membangun lembaga yang baik  memang sulit karena orang yang diajak kerjasama biasanya yang lebih diutamakan adalah dirinya sendiri.
Biasanya perkataan dari orang yang mementingkan diri sendiri akan berucap,"Apa untungnya kerjasama dengan Anda? Berapa bayaran untuk saya? Apakah pantas saya kerjasama dengan Anda?" dan kalimat lain yang menunjukkan kepentingan diri.
Anda perlu meneliti lebih jauh tentang diri mereka yang akan diajak kerjasama dalam satu tim kerja sebuah lembaga  walau orang itu teman dekat Anda. Setiap perkataan mereka adalah data-data untuk mengenal hati mereka. Tetapi sebelum Anda menyelam untuk mengenal lebih jauh tentang orang lain, Anda perlu mengenal diri Anda sendiri dulu.
Maka jalan terbaik adalah penuhilah dengan peningkatan harga diri mereka setelah Anda menghargai diri Anda sendiri. Maka dengan sendirinya mereka akan memenuhi kepentingan Anda karena Anda seorang yang berharga di mata mereka.

C. Setiap Orang yang Anda Temui Ingin Merasa Penting dan Ingin Unggul dalam Sesuatu
Les Giblin dalam buku "Kunci Sukses Meyakinkan dan Mempengaruhi Orang Lain dalam Berbagai Urusan Agar Mampu Meraih Kesuksesan dan Kebahagiaan"  , memberikan panduan untuk membuat orang lain merasa penting.

Pertama, Pikirkan selalu dalam pikiran Anda bahwa orang lain itu penting. Apalagi orang yang akan Anda ajak sebagai tim lembaga atau orang yang ada di dalam tim lembaga kita.
Ketulusan dalam menganggap orang lain penting akan berbuah manis yaitu orang lain pun akan menganggap Anda penting. Dan ini sudah ada dalam teori alias hukum Tarik-Menarik alias Timbal-Balik dengan Perhitungan keberhasilan sekitar 80%.

Kedua, perhatikan orang lain. Memperhatikan orang lain adalah bentuk penghargaan yang tinggi untuk orang yang diperhatikan. Bila Anda pergi ke mall, apakah Anda selalu memperhatikan semua yang ada di dalam situ? Tentu tidak. Tetapi Anda akan memperhatikan beberapa hal yang ada disitu sesuai keinginan Anda karena beberapa hal itu berharga atau punya nilai kepentingan.
Bagaimana bila Anda memperhatikan dengan tulus kepada tim kerja dalam lembaga  Anda? Hmm... berarti Anda sudah mengangap tim kerja  anda penting, berharga dan istimewa.
Agar perhatian baik Anda terbalas dengan perhatian baik pula dari seseorang dalam tim kerja  Anda, maka perlu teknik untuk menarik perhatian dari orang lain. Rumusnya 3 P menurut Giblin.

Penerimaan
Ketahuilah bahwa manusia lapar tentang sebuah kata "Terima".
Dalam percintaan, manusia butuh diterima oleh seorang yang kita cintai. Betapa sakit bila cinta seseorang tertolak oleh seseorang yang dicintainya.
Bila Anda ingin mendapat perhatian dari tim bisnis Anda saat Anda pun memperhatikan tim bisnisnya, janganlah sering mengkritik atau mencari atas nama perhatian Anda.
Memang Anda perhatian sesama tim bisnis Anda agar mau kerjasama. Tetapi Anda pun harus menerima apa adanya sesuai kemampuan tim Anda. Katakanlah, "Saya menerima hasil kesungguhan kerja Anda" maka secara otomatis akan membuka hati seseorang yang diterima itu untuk menjalin lebih dekat dengan Anda.
Bila ada hasil kerja yang kurang beres, berikanlah nada penyelesaian solusi. Tidak ada yang suka dikomentari tentang kesalahan tetapi tidak memberikan sebuah solusi perbaikan.
Anda tidak bisa membuat seseorang lain memperbaiki dirinya. Tetapi bila Anda menyukai orang lain apa adanya, maka Anda memberikan kekuaan untuknya agar menjadi lebih baik.

Persetujuan
Penerimaan berbeda dengan persetujuan.
Bila penerimaan adalah Anda menerima apa adanya dari tim kerja  Anda, kesalahan atau kebenarannya. Persetujuan lebih spesifik yaitu mengarah pada sesuatu yang lebih positif.

Carilah sesuatu yang bisa untuk Anda setujui pada diri seseorang dalam tim kerja  Anda. Biarlah tim kerja  Anda mengetahui kalau Anda setuju apa yang dilakukannya walau yang dilakukannya terlihat sepele.
Daripada Anda sibuk mencari sesuatu yang tidak Anda setujui, lebih baik Anda mencari celah pada sesuatu yang bisa Anda setujui. Dengan begitu maka akan menguntungkan bagi kerja tim kerja Anda.

Penghargaan
Di saat Anda menemukan hal yang disetujui hasil kerja tim bisnis Anda, berilah penghargaan walau seucap kata "Terimakasih" dengan penuh ketulusan.
Penghargaan adalah bukti bahwa Anda lebih dari sekedar setuju. Anda pun merasa bahagia mendapat kerja bagus dari tim bisnis Anda.

Ketiga, jangan merasa menjadi bos. Pimpinan atau Kepala  pada dasarnya adalah orang yang pintar mengumpulkan orang-orang pintar dalam satu tim kerja  untuk menjalankan lembaga.
Bila Anda yang sebagai pimpinan  alias pebisnis atau pengusaha  merasa menjadi bos mereka yang lebih pintar dari Anda, maka Anda perlu sadar kalau Anda ini bukan siapa-siapa.

Pimpinan  alias kepala memang bos, tetapi biarlah itu sebagai simbol. Orang lain dalam tim kerja  Anda juga sama-sama orang yang patut dianggap penting.
Lebih jauh, pemimpin  sukses sekarang ini adalah orang yang mau melayani bukan orang yang ingin dilayani. Persoalan percepatan perubahan merupakan alasan kenapa cara kepemimpinan harus "melayani". Namun gaya melayani pemimpin  adalah dengan sistem seperti memberi pelatihan karyawan dan lainnya.

Walau kenyataannya, semua tim kerja anda akan melayani Anda untuk memajukkan lembaga . Tetapi, biarlah itu sebagai jalan kerja sistem di lembaga kita.
Yang penting jangan merasa menjadi bos.
Ketahuilah, manusia mempunyai keinginan yang sama yaitu ingin menjadi orang tertinggi seperti bos, ketua dan mentor, dan sebutan lainnya.

Bila Anda sombong, pamer, banyak ngatur yang tidak profesional, dan sifat negatif lainnya hanya karena merasa menjadi bos, siap-siap saja orang lain akan menggulingkan Anda ke bawah.

D. Ada Keinginan Besar Pada Setiap Orang untuk Mendapatkan Persetujuan Orang Lain Agar Dia Bisa Menyetujui Diri Sendiri

Betapapun Anda bodoh atau salah dalam hal sesuatu, tetapi Anda pun butuh persetujuan dari orang lain mengenai tindakan bodoh atau salah Anda. Tetapi bila tindakan atau ucapan bodoh atau salah Anda tidak disetujui, kemungkinan akan menyesakkan dada Anda. Tetapi pasti Anda akan menyadari bahwa ini akan memberikan pemahaman.
Apabila pendapat atau tindakan Anda yang merasa benar tidak disetujui orang, pastilah ego Anda akan mati-matian membela agar orang lain menyetujui.

Bila seseorang yang menyetujui pada pendapat atau tindakan Anda, maka akan memberi peningkatan keyakinan pada diri Anda sendiri. Anda merasa makin kuat dan setuju saja mengenai pendapat atau tindakan Anda yang telah dilakukan atau ditetapkan.

[disarikan dari berbagai sumber buku motivasi]
Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment